Postingan

Harmoni Budaya Barat dan Timur

Gambar
 Harmoni Budaya Barat dan Timur Kita hidup di dunia yang semakin terhubung, dan budaya-budaya yang berbeda saling berinteraksi satu sama lain. Di Indonesia, kita telah hidup berdampingan dengan budaya barat dan timur dalam sejarah peradaban yang luhur dan tinggi. Namun,sayangnya, dalam era modern ini kita melihat bahwa kebanyakan anak zaman now merasa keren dengan budaya barat, Korea, atau Arab tanpa memperhatikan budaya timur kita sendiri. Padahal, budaya asing memang perlu dikaji dan dipelajari, namun bukan berarti harus menghilangkan budaya sendiri. Karakter dan identitas bangsa kita terletak pada kekayaan dan warisan budaya nenek moyang kita. Jika kekayaan budaya yang dimiliki hilang, identitas kita sebagai bangsa akan hilang, dan kita hanya akan menjadi sama dengan bangsa lain. Hal ini sangat menyedihkan, karena Indonesia terbentuk dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, yang artinya meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Nenek moyang kita sudah mengajarkan pluralisme negar...

PESISIR MALAM.

Gambar
Gambar: Masjid Agung Bandung "Adalah aku yang terbangun dari mimpiku lalu hujan mengguyurkan rindu, sehingga tersadarlah aku, kau masih layak untukku tunggu." Pada suatu musim sore Kukira hari masih siang Ternyata mentari telah berswastamita Dering alam menyuruhku untuk menjemputmu Meski katup mata ini masih sayu Namun aku tetap berusaha membukanya Karena engkaulah mimpiku Wahai pesisir malam Bersama laju roda ini Biarkan kumenyibak kabut-kabut tebalmu Berselimutkan nafsu yang menghangatkan dinginku.

RENTA.

Gambar
Gambar: Moh Munir.  Sekian purnama tanpa sua, gulitapun menyapa manja. Ucap kata kadang jadi lara dalam, terasing dalam bias bising. Syahdu rindu bergemuruh dalam ruh, tanpa mampu sedikit luluh. Resah kian merapah dalam gundah, meraung menjerit membuat riuh kala gemuruh. Atma membara menahan gelora akan sua, mengharap nirwana segera tiba. Aku menjaga cinta dalam kalbu, walau luka membuat diri ambigu. Bungkam dalam seribu diam, membisu dalam juta waktu, kala risau menjabar terpanggang amarah menggelegar. Semua sudah dipenghujung, dalam pusara gulita. Petir bersahut getir dalam durjana melumpuh nestapa, kau buat nafas sesak sekarat teramat sangath Pintu yang terkunci rapat mulai longgar, pijar cahaya baru menyesap perlahan, menjadi lentera dalam gulita. Alibi peduli jadi senjata mati. Padahal aku masih berjuang membuka ruang demi hari esok yang terang. Terus menggali menyusur lakuna, demi nirwana pada rumah cinta berdua. Hanya sadrah gelisah semoga ini tak jadi noktah. ...

President Election: Exploring the Issues, Candidates, and Election Process of the 2024 US Presidential Election.

Tgs RC 1: President Election Nama: pakro M Wangka Title: Exploring the Issues, Candidates, and Election Process of the 2024 US Presidential Election. Introduction: As one of the largest democracies in the world, the United States of America holds a presidential election every four years. The upcoming presidential election in 2024 is anticipated to be one of the most competitive and closely watched elections in modern history. The article explores the important issues, candidates, and the election process that will shape the outcome of the election. Body Paragraph 1 (Main Idea: The key issues): The upcoming presidential election will witness several critical issues that will affect the lives of millions of Americans. The most pressing issues include healthcare, climate change, the economy, and foreign policy. The candidates must focus on finding practical solutions to these issues and present a clear plan that resonates with voters. A candidate's expertise in handling these press...

GUBAHAN JUBAH SEMESTA

Gambar
Potret Alam Kota Kembang Jari-jemari tangan waktuKu telah lama menggali tanah-tanah perasaan untuk menemukan hati-hati yang terkubur oleh pasir kedukaan.. Aku pun mencoba mencari bangkai-bangkai hati yang mati terluka oleh tajamnya pisau kata-kata.. Serta berusaha membangkitkan mereka dengan meniupkan roh keyakinan.. Agar suatu saatku mampu memeluk tubuh hati mereka dengan rangkulan abadi yang takkan terlepas oleh kematian.. Cinta pun menyemprotkan sebuah keharuman jiwa alam semesta untuk kehidupan para perawan perasaan.. Inginku genggam awan gelap yang bergelayutan di relung-relung ruang dada Tuhan.. Dan menjadikannya bola-bola kekecewaan yang akanku lempar & akanku tenggelamkan di lautan waktu yang hampa..  Agar tak mengganggu pandanganKu menuju puncak gunung kebahagiaan.. Dentuman teriakan kekosongan melubangi tebing-tebing hatiKu.. Begitu banyak jeritan jiwa-jiwa yang terjepit di dinding luka yang selalu mencoba bangkit dari injakan keterpurukan.. Semua terjadi karena gemer...

PEREMPUAN

Gambar
Wanita Kasur, Dapur, Sumur,  Pelipur dan Petempuran... Persepsi  peradaban manusia selalu menyoal  peran posisi  perempuan, penuh  mulya dan tragis Kisah  kisah hikayat  menempatkan perempuan penuh  spesifik penuh bombastis Patung  Monalisa  dan kisah Cleopatra dengan Yulius Caisar, jadi  asumsi dan persepsi jejak harkat  perempuan, sebagai  kasur dan pelipur Kisah  Nabi Ibrahim dan Siti Hajar dan Siti Sarah.                                               Harus menempati Makkah, lembah tidak berpohon,  adalah kisan wanita sebagai  pelipur pertaruhan nasib Tuhan berobsesi atas kisah Siti Hajar yang penuh hiroik (asyhurum maklumat) Second Sex ( Le Deuxime Sexe ) adalah buku karya filsuf eksistensialis Simone de Beauvoir Filsafat perempuan mungkin sekadar kisah kecil Sejarah filsafat memang tid...

Skenario

Sejauh ini aku masih belum menemukan jawaban dari teka-teki tentang takdir. Masih terus mereka-reka, menyusun dan menebak seperti apa skenario ini berpuncak.  Jalan-jalan penuh liku, gelap dan tanpa arah ini kulalui dengan setengah terlunta. Kupaksakan saja kaki ini melangkah meski serpihan kaca penderitaan masih menancap ditelapaknya. Terinjak, tertanam, menembus halus urat-urat pembuluh darah, sakitnya tiada tara. Aku hampir dipuncak kesabaran, di titik nadir keinginan untuk menahan perih dan nyeri. Bagaimana mungkin menaruh optimisme pada jalan memutar yang tak tahu kapan bertemu tuju dan berhenti mencari. Bagaimana mungkin memaksa tersenyum jika luka-luka makin menganga, tak jua berjumpa penawarnya.  Aku makin linglung, limbung dan bingung. Adakah secercah bantu yang bertemu diujung ragu? Adakah seruas niscaya diujung keadaaan tanpa daya? Adakah?.